Yahudi Pelaku Sihir

Di antara orang-orang Yahudi ada yang bersahabat dengan setan. Dari para setan itu orang Yahudi belajar ilmu sihir. Pada mulanya mereka mengenal sihir sejak  mereka tinggal di Mesir. Pada masa kekuasaan Fir’aun itu ilmu sihir sedang berkembang dan menonjol dalam kehidupan manusia.

Ilmu sihir semakin berkembang di kalangan masyarakat Yahudi, sampai akhirnya hal itu diberangus oleh Nabi Sulaiman yang menjadi raja mereka. Lembaran-lembaran mantera-mantera sihir disita dan dimusnahkan oleh Nabi Sulaiman.

Namun mereka mengeluarkan fitnah dengan menyatakan bahwa Nabi Sulaiman tidak memusnahkan mantera sihir itu, melainkan disimpan di suatu ruang di bawah singgasananya. Mareka tuduh, diam-diam Nabi Sulaiman mempelajari sendiri sihir-sihir itu sehingga bisa memiliki kekuasaan besar, termasuk menaklukkan para jin. Tuduhan itu kemudian dibantah oleh Allah:

2:102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-setan pada masa  kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.

Di kemudian hari, sepeninggal Nabi Sulaiman, orang Yahudi sibuk mencari mantera-mantera sihir itu, yang mereka duga ada di bawah tanah Masjid Al-Aqsha, karena dulunya di situ terdapat istana Sulaiman.

Artikel Induk:

Mengapa Allah Murka kepada Orang Yahudi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s