Stephen Hawking Ateis? Sebenarnya Tidak Ada Orang Ateis Kalau Dia Bernasib Seperti Firaun

Tenggelam

Konon ilmuwan fisika Stephen Hawking tak percaya adanya Tuhan, Sang Pencipta alam semesta ini. Menurutnya, alam semesta ini terjadi begitu saja tanpa ada penciptanya. Katanya alam semesta terjadi karena adanya dentuman besar (big bang) di angkasa raya yang kemudian melahirkan milyaran bintang dan planet di jagat raya.

Saya belum tau, apakah dia menjelaskan dari mana asalnya nebula (kabut asap) yang menjadi bahan baku big bang itu dan siapa pula yang menciptakan adanya lubang hitam (black hole) yang memiliki super gravitasi itu.

Pada September 2010, The Telegraph melaporkan, “Stephen Hawking telah menyatakan bahwa Tuhan bukan pencipta alam semesta”

Meskipun fisiknya jauh dari gagah, karena dia mengalami tetraplegia (kelumpuhan) disebabkan penyakit sklerosis lateral amiotrofik, namun dia berani mengabaikan Tuhan.

“Karena adanya hukum seperti gravitasi, tata surya dapat dan akan membentuk dirinya sendiri. Penciptaan spontan adalah alasannya mengapa sekarang ada ‘sesuatu’ dan bukannya kehampaan, mengapa alam semesta ada dan kita ada. Tidak perlu memohon kepada Tuhan untuk memulai segalanya dan menggerakan alam semesta,” katanya.

Sesungguhnya sangat mengherankan, seorang ilmuwan fisika yang konon jenius, bisa tak percaya Tuhan. Padahal teralu banyak bukti ilmiah di hadapannya yang membuat mustahil tentang ketiadaan Pencipta alam raya.

Dengan perhitungan matematika, dia bisa meyakini keberadaan alien, namun dia tidak meyakini keberadaan Tuhan. Padahal oleh mayoritas manusia waras, alien hanya sebuah angan-angan.

“Menurut otak matematisku, angka menunjukan bahwa keberadaan alien sangatlah rasional. Tantangan terbesar adalah memperkirakan seperti apakah alien itu.” Ia meyakini bahwa alien tidak hanya ada di planet-planet, tetapi mungkin juga di tempat lain, seperti bintang atau mengapung di angkasa luas. Hawking juga memperingatkan bahwa beberapa spesies alien mungkin memiliki peradaban yang maju dan dapat mengancam Bumi. Hubungan dengan spesies seperti itu dapat membahayakan seluruh umat manusia. Ia mengatakan, “Jika alien mengunjungi kita, hasilnya akan sama seperti ketika Columbus mendarat di Amerika, yang tidak berakhir baik bagi penduduk asli Amerika,” kata Hawking.

Karena itu, sesungguhnya orang macam Hawking hanya pura-pura tak menemukan Tuhan.

Ribuan tahun silam, di Mesir ada raja diraja yang sangat berkuasa. Al-Quran menyebutnya dengan gelar Firaun.

Dia juga pernah berlagak tak percaya adanya Tuhan pencipta langit dan bumi, lantaran dia menjadi maharaja yang gagah perkasa, yang konon tak pernah terjangkiti penyakit selama hidupnya, yang memiliki kekuasaan sangat besar di kerajaannya.

Bahkan karena dia punya kekuasaan untuk menentukan siapa yang dibiarkan hidup dan siapa yang dimatikan, dia merasa menjadi Tuhan. “Akulah adalah tuhanmu yang paling tinggi,” sesumbarnya.

Dia pernah melecehkan dakwah Nabi Musa dengan mengatakan, “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa.”

Namun sesungguhnya kesombongan Firaun itu hanya terjadi ketika dia berada di atas singgasananya, ketika dia dikitari para pengikutnya. Tapi ketika dia berada di tengah laut dan ditelan gelombang, mendadak sontak hilang kesombongannya. Ketika dia tengah megap-megap kehabisan nafas, dan tidak ada orang yang dapat menolongnya, barulah dia berkata jujur, “Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

Alhasil, siapapun dia, sehebat apapun dia, ketika dalam keadaan tak berdaya, dia akan berkata jujur, dan otaknya kembali waras, sehingga mengakui keberadaan Tuhan dan mengakui keesaan diri-Nya.

Seandainya orang-orang yang berlagak ateis semacam Hawking mengalami kondisi ketidakberdayaan seperti saat ketika Firaun ditenggelamkan, tidak ada manusia yang dapat menolongnya, dan seandainya kita mampu mendengar kata-kata terakhirnya menjelang mati, niscaya kita akan mendengar ucapannya yang serupa dengan kalimat kesaksian (syahadat) yang diiucapkan Firaun menjelang ajalnya. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s