Salafi dan Nahdliyin

Sebagian teman-teman Salafi memilih pendekatan keras dalam berdakwah. Hampir semua kalangan yang di luar kalangannya mendapat serangan verbal dari mereka. Bahkan mereka kerap saling menyerang di antara sesama orang yang mengaku Salafi. Akibatnya, Salafi menjadi semacam common enemy bagi kelompok-kelompok yang diserangnya.

Di Tanah Air, kelompok yang paling sering mendapat serangan verbal dari Salafi adalah kalangan Nahdliyin. Kalangan ini kerap dituding Salafi sebagai pelaku bid’ah, sementara pelaku bid’ah diyakini Salafi sebagai kelompok dhalalah (sesat) yang kelak akan masuk neraka.

Tudingan demikian terasa menyakitkan hati bagi kelompok Nahdliyin. Apalagi bila dikatakan mereka akan masuk neraka.

Kalangan Nahdliyin tidak hanya melihat kelompok Wahabi–demikian warga Nahdliyin biasa menyebut kelompok Salafi–mengganggu mereka secara verbal, tapi juga melihat Wahabi sebagai kelompok pengancam eksistensi kalangan Nahdliyin.

Siapa yang diuntungkan atas ketidakakuran Salafi vs non-Salafi? Dialah kelompok Syiah.

Karena sama-sama kerap diserang Salafi, kalangan Syiah mendapat kesempatan meraih simpati dari “teman-teman senasib” dari kalangan Sunni, khususnya dari kalangan Nahdhiyin.

Kalangan Nahdliyin yang tidak menyadari konstelasi sesungguhnya kemudian merasa sehati dengan kalangan Syiah, merasa sama-sama menjadi korban kezaliman Wahabi, dan kemudian menjadi satu barisan dalam menghadapi kelompok Salafi/Wahabi.

Tragis bukan? Nahdhiyin yang Sunni beraliansi dengan Syiah untuk menghadapi Salafi yang notabene Sunni. Padahal seharusya sebagai sesama kalangan Sunni, Salafi beraliansi dengan Nahdliyin dalam menghadapi Syiah.

Kalangan Salafi dan Nahdhiyin harus bermuhasabah atas apa yang terjadi selama ini. Mereka harus mengevaluasi langkah keliru mereka selama ini, sehingga dapat mereformasi dan mereposisikan diri, termasuk dalam menetapkan siapa kawan dan siapa musuh mereka sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s