Jadi Dai yang Disukai Semua Orang?

Pada dasarnya, semua (atau minimal kebanyakan) orang ingin disukai oleh semua pihak. Begitu pula impian sebagian penyeru jalan kebenaran. Namun dari sejarah para rasul, nabi, dan para pendakwah, impian itu tak bisa selaras dengan kenyataan. Begitu seseorang memilih jalan kebenaran, maka pada saat itu juga dia berbeda arah dengan jalan kesesatan. Dan pada saat itu juga terbentang al-furqan, alias garis demarkasi yang jelas, antara penyeru kebenaran dan penyeru kebatilan. Kemudian secara otomatis, muncul ketidaksukaan para penyeru kebatilan terhadap penyeru kebenaran.
Sebelum ditunjuk sebagai utusan Allah, pada awalnya Muhammad adalah seorang laki-laki tampan yang disukai kaumnya. Bukan karena ketampanannya dia disukai banyak orang, tapi karena kebaikan hatinya dan kemuliaan akhlaknya. Dia tak pernah berdusta dan tak pernah mencederai amanah, sehingga masyarakat menjuluki dirinya sebagai al-amin, orang yang amanah, orang yang dapat dipercaya.
Namun ketika Muhammad mulai berdakwah, menyerukan kebenaran kepada kaumnya, mendadak sontak para aktivis kebatilan berubah sikap kepadanya. Orang-orang yang dulu menyukai Muhammad karena keluhuran akhlaknya, tiba-tiba menjadi benci kepadanya. Bukan karena Muhammad berubah akhlaknya–akhlaknya tetap mulia, bahkan bertambah baik akhlaknya–namun semata-mata karena membawa ajaran baru tentang kebenaran, yang mengoreksi kekeliruan kaumnya saat itu.
Barangkali naluri kemanusiannya masih menginginkan untuk tetap dicintai oleh seluruh anggota kaumnya. Namun tuntunan Ilahi memberikan pemahaman baru bahwa ridha manusia sangat tidak penting dibandingkan ridha Tuhannya. Sekalipun manusia sejagat benci kepadanya lantaran dia berjuang di jalan Allah, itu sama sekali tidak jadi masalah baginya jika Allah cinta kepadanya.
Sejarah Rasulullah Muhammad dan para nabi sebelumnya memberi pelajaran bagi kita bahwa ketika kita menempatkan diri pada jalan dakwah, maka pada saat itu kita tidak bisa lagi menyenangkan semua pihak. Itulah saatnya kita mulai mendapatkan orang-orang yang membenci dan memusuhi kita.
Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali pasti ada orang-orang yang memusuhinya. Alhasil, tidak ada satu nabi pun yang tidak punya musuh.
Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.
(Al Furqaan:31 ﴿
Karena itu, saudara-saudaraku para penyeru kebenaran, jangan pernah lagi engkau berharap disukai semua orang. Itu hanya ada dalam mimpimu.
Begitu kau serukan kebenaran kepada banyak orang, maka kau akan lihat para pencinta kebenaran akan mendekat kepadamu dan mendukung perjuanganmu. Dan kau akan lihat, para pendosa akan menjauh darimu, bahkan mungkin akan menyakitimu, sekalipun mungkin dia berasal dari keluargamu.
Kalau ada orang yang merasa menjadi penyeru kebenaran tapi terus disukai semua orang, tak dimusuhi para pendosa, maka waspadalah, karena itu tanda ada masalah pada dirimu. Ada metodamu yang tak sesuai dengan sunnah yang ditempuh para nabi.*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s