Meraih Sabar Tanpa Batas

Banyak orang bilang, sabar ada batasnya. Benarkah?

Ya, bagi orang yang lemah iman, kesabarannya memang terbatas.  Semakin tipis keimanan seseorang, semakin kecil stok kesabarannya. Baru terkena masalah sedikit saja sudah marah dan putus asa.

Sebaliknya, orang yg teguh keimanannya, memiliki kesabaran dan ketabahan yg besar. Semakin kuat keimanannya, semakin besar stok kesabarannya, semakin tebal ketabahannya, semakin tebal tawakkalnya kpd Allah.

Apa hubungannya antara kesabaran dan keimanan? Bukankah kesabaran adalah bagian dari akhlaq, bukan bagian dari keimanan?
Benar,  kesabaran terkait dengan akhlaq, tapi dalam Islam kita diajarkan bahwa akhlaq terkait dengan iman, sehingga ada keterkaitan juga antara kesabaran dengan iman, bahkan ada ketergantungan kesabaran pada keimanan seseorang.
Dalam Islam diajarkan, segala sesuatu yang  kita alami ada perhitungannya. Tidak ada sedikit pun yang tidak ada perhitungannya di sisi Allah.

Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah, hatta hanya sekedar tertusuk duri, melainkan Allah menggugurkan dosa-dosanya.”

Dengan demikian, bagi seorang mukmin, suatu musibah tidak hanya bermakna negatif, suatu yg merugikan dirinya, namun juga bermakna positif, berupa pengampunan dosa.
Harap diingat, pengampunan dari dosa itu diberikan kpd setiap orang yg terkena musibah, imma dia sabar ataupun tidak.
Orang yg tidak sabar menghadapi musibah akan mendapat ampunan dr sebagian  dosanya yg telah berlalu, hanya saja kemungkinan pada saat dia tidak sabar, dia juga mendapat dosa. Jadi sebagian dosa lamanya terhapus, tp pd saat yg sama dia mendapat dosa yg baru.
Adapun orang yg sabar menghadapi musibah, di samping mendapat ampunan atas dosanya yg lalu, dia juga mendappat pahala baru atas kesabaran yg dia jalankan. Dia mendapat keuntungan ganda.

Siapa yang berusaha keras mendapatkan keuntungan berganda tersebut?
Hanya mereka yang tau dan mau mendapatkan keuntungan ganda itu. Itulah orang-orang yang mengetahui dan membenarkan bahwa karena kasih sayang-Nya, Allah senantiasa mengiringi setiap musibah dengan ampunan, dan senantiasa mengiringi kesabaran dengan pahala.
Semakin paham dia ttg hal itu dan semakin besar keyakinannya, maka semakin kuat pula dia menghadapi musibah yang menimpanya. Dia punya stok kesabaran yang tak terbatas, karena dia meyakini Allah mengasihi orang-orang yg sabar dg kasih-Nya yg tanpa batas dan melimpahkan pahala yg besarnya juga tanpa batas.

Ya Allah, kuatkan kesabaran kami dalam menghadapi nikmat maupun musibah dari-Mu. Wallahu a’lam bish-shawab. (Bersambung–insya Allah–ke: Sabar Menghadapi Nikmat/Sabar Tidak Hanya Menghadapi Musibah)

Satu pemikiran pada “Meraih Sabar Tanpa Batas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s